Neurosensum Beberkan Tren Penggunaan Dompet Digital, Ada e-Wallet Favorit Kamu?

Perusahaan-riset-NeuroSensum

Perusahaan-penelitian-NeuroSensum

Gadgetren – Penggunaan dompet digital selama tiga bulan terakhir dikabarkan meningkat pesat, terutama saat mulai memasuki Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) ketika pandemi COVID-19 merebak di Indonesia.

Data ini telah diumumkan secara resmi oleh sebuah perusahaan riset berbasis teknologi neuroscience dan Artificial Intelligence (AI) yang disebut Neurosensum. Mahesh Agarwal selaku Managing Director, Neurosensum menjelaskan, secara umum adaptasi dompet digital sejak masuk ke Indonesia tidak secepat setelah COVID-19.

“Kalau setahun terakhir hampir separuh pengguna pernah mencoba e-wallet, tahun lalu e-wallet tidak sebesar itu. Mereka lebih banyak menggunakan COD, tapi sekarang orang mulai menerima e-wallet dan porsi pembayaran e-wallet Bahkan lebih besar lagi. Orang lebih percaya e-wallet daripada COD, meski sebagian masih percaya dengan rekening bank, e-wallet tumbuh, ”ujarnya kepada tim Gadgetren.

Dalam kesempatan yang sama, Tika Widyaningtyas selaku Research Manager Neurosensum Indonesia mengungkapkan bahwa dinamika pasar pelaku dompet digital di Indonesia menarik untuk diketahui karena banyak yang terjadi mulai November 2020 hingga Januari 2021.

Lebih lanjut Tika memaparkan hasil survei peserta dompet digital yang bermain di Indonesia dimana tercatat ShopeePay memiliki penetrasi pasar tertinggi (68%), disusul OVO (62%), DANA (54%), GoPay (53%). ), dan LinkAja (23%).

Neurosensum-Digital-Dompet-Peserta-Promosi Intensif

Ini berdasarkan peringkat promosi tertinggi yang ditawarkan oleh ShopeePay menurut responden (41%), OVO (25%), GoPay (16%), DANA (14%), dan LinkAja (4%). Lebih dari sepertiga responden (34%) juga berpendapat bahwa ShopeePay adalah pemain dompet digital dengan pertumbuhan tercepat selama 3 bulan terakhir, diikuti oleh OVO (25%), DANA (20%), GoPay (17%), dan LinkAja ( 4%).

Tika melanjutkan peran smart and integrated marketing, kemudahan transaksi digital, dan akselerasi penggunaan dompet digital untuk pembayaran non fisik, mendorong ShopeePay untuk menempati mahkota dengan pangsa pasar transaksi tertinggi (29% dari total) diikuti oleh OVO (25% dari total), GoPay (21% dari total), DANA (20% dari total), dan LinkAja (6% dari total).

Baca:  Ternyata Ada Ancaman Dibalik Aplikasi Populer Clubhouse!

Hal ini juga berlanjut dengan nilai transaksi tertinggi dari belanja offline dan online yang paling banyak menggunakan ShopeePay (33%) mengalahkan OVO (24%), GoPay (19%), DANA (18%), dan LinkAja (6%). Di sisi lain, ShopeePay juga berhasil menjadi dompet digital pilihan dengan frekuensi transaksi tertinggi (14,4 kali per bulan). Sedangkan posisi merek lain terdiri dari OVO (13,5 kali per bulan), GoPay (13,1 kali per bulan), DANA (12,2 kali per bulan), dan LinkAja (8,2 kali per bulan).

Neurosensum-Digital-Dompet-Peserta

“Karena dikenal masyarakat dan penetrasi pasar yang tinggi, ShopeePay sudah sering digunakan selama tiga bulan terakhir. Jadi tidak terlalu mengherankan jika transaksi per bulannya sangat besar, mencapai sembilan kali lipat, ”jelas Tika.

Namun, Tika menambahkan, tidak menutup kemungkinan ke depannya jika ada pemain dompet digital lain yang akan mendominasi dan menggantikan ShopeePay karena dinamika dompet digital bisa naik atau turun dengan cepat.

“Untuk merebut hati atau dompet konsumen di Indonesia, promosi itu penting, masyarakat sekarang tidak hanya menelan promosi itu sendiri, promosi mana yang cocok untuk mereka, promosinya cukup intens dan nilai promosinya memuaskan, tapi e- aplikasi dompet mulus. interface dan kalau tidak memudahkan akan mengurangi minat konsumen, "pungkasnya.

Baca lebih lanjut tentang gadget di gadgetren.comPostingan Neurosensum Menjelaskan Tren Penggunaan Dompet Digital, Adakah E-Wallet Favoritmu? pertama kali muncul di Gadgetren.