Canalys: Vivo Nomor 1, realme Top 4 Smartphone Brand Asia Tenggara di Q4 2020

Bedah Fitur Pro-Grade Camera untuk Bikin Video Epik di Samsung S21 Ultra 5G
Vivo V15 Pro vs Realme 3 Pro

P.Andemi Covid-19 tampaknya telah mengubah peta pangsa pasar smartphone di Indonesia ke level regional Asia Tenggara. Setidaknya ada dua produsen smartphone yang performanya sangat baik berdasarkan hasil riset dari Canalys, yakni Vivo dan Realme.

Firma riset Canalys melaporkan bahwa pada kuartal keempat 2020, Vivo berhasil naik ke posisi pertama pangsa pasar di dua level, yakni Indonesia dan Asia Tenggara. Hal yang sama terjadi pada Realme yang belum lama ini meraih posisi 4 besar merek smartphone. Di kuartal sebelumnya, Vivo berada di posisi kedua dan Realme di posisi kelima.

Sebagai catatan, Canalys melakukan riset berdasarkan pengiriman smartphone yang beredar dari lokasi produksi ke toko-toko (sell-in shipments) berupa data estimasi.

Selain Canalys, ada perusahaan riset lain yang memiliki metodenya sendiri, meski umumnya berbasis pengiriman, yaitu Counterpoint dan IDC. Sedangkan perusahaan riset yang menghitung berdasarkan angka penjualan adalah Gfk. Sayangnya, lembaga riset terakhir tidak pernah mempublikasikan laporan pangsa pasar secara terbuka, tetapi harus membeli datanya terlebih dahulu.

Baca juga: Ambisi Realme Jadi Produsen AIoT Nomor Satu di Indonesia

Pangsa pasar smartphone Canalys

Canalys Q4 2020

Tentunya pencapaian paling impresif bisa dilihat dari kenyataan karena berhasil mendapatkan posisi di Top 5 Smartphone Brands padahal brand ini termasuk yang terbaru. Realme masuk di total 15 wilayah berbeda menurut Canalys & # 39; laporan pengiriman smartphone global, untuk periode pengiriman Oktober hingga Desember tahun lalu.

Di Indonesia, Realm dikenal serius dan rajin mengeluarkan produk baru, dan hampir setiap bulan ada produk baru. Mulai dari smartphone mid-range hingga kelas entry seperti realme seri C hingga seri flagship, realme X50 Pro 5G terbilang cukup fantastis.

Di Filipina, Realme bahkan mencapai posisi ke-3, mempertahankan pertumbuhan lebih dari 100% year on year (YoY), di negara berkembang seperti Thailand dan Myanmar. Palson Yi, Direktur Pemasaran realme Indonesia mengatakan untuk mewujudkan semangat "Dare to Leap", Realme mencoba memadukan teknologi berperforma tinggi dan desain trendi untuk anak muda.

Canalys Q4 2020 - Indonesia

“Kami percaya bahwa produk dan strategi pemasaran Realme telah bekerja secara efektif selama masa sulit ini. realme akan terus memberikan kombinasi optimal antara desain yang berani dan inovatif serta integrasi yang seimbang antara perangkat lunak dan perangkat keras untuk memenuhi kebutuhan generasi muda di tahun 2021, "tambah Palson dalam rilis yang diterima Gizmologi (12/2).

Baca:  Messenger dan Instagram di Integrasi, Ada 10 Fitur Baru!

Masih dari data yang diberikan Canalys, realitanya masuk dalam Top 5 Smartphone Brand dengan pengiriman tersebar di India dan Asia Tenggara. Termasuk Indonesia, Bangladesh, Kamboja, Thailand, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Filipina, Rusia, Mesir, Israel, Republik Ceko dan Yunani.

Pangsa pasar smartphone global versi Canalys Q4 2020

pangsa pasar kanal global 2020

Pangsa pasar smartphone di tingkat global sangat berbeda dengan di Indonesia dan Asia Tenggara. Pasalnya di level regional ini, iPhone sama sekali tidak masuk 5 besar. Pasarnya didominasi oleh produsen smartphone asal China. Sedangkan di level global, Apple melalui produk iPhone-nya masih menempati posisi teratas smartphone global. Ini karena permintaan iPhone 12 melonjak pada Q4 2020.

Pada Q4 2020, pengiriman smartphone di seluruh dunia mencapai 359,6 juta unit, penurunan kecil sebesar 2% year-on-year. Apple mengirimkan iPhone paling banyak dalam satu kuartal, dengan 81,8 juta unit, naik 4% dibandingkan tahun sebelumnya.

Samsung menempati posisi kedua. Produsen smartphone asal Korea Selatan tersebut berhasil mengapalkan 62,0 juta unit dengan penurunan sebesar -12%. Selanjutnya ada Xiaomi, Oppo, dan Vivo yang masuk lima besar. Sementara itu, Huawei terlempar dari lima besar setelah mendapat sanksi dari Amerika Serikat yang membuat produknya tidak lagi dapat mengakses Google Mobile Services (GMS).

Xiaomi tumbuh 31% menjadi 43,4 juta unit, Oppo tumbuh 15% menjadi 34,7 juta unit, sedangkan Vivo mengirimkan 32,1 juta unit dengan pertumbuhan 14%. Huawei (termasuk Honor) berada di posisi keenam pada Q4 2020 dengan 32,0 juta smartphone terkirim.

pangsa pasar canaly global 2020 setahun penuhMeskipun iPhone menguasai permainan pada kuartal keempat, sepanjang tahun 2020, Samsung mempertahankan posisi pemimpin globalnya. Produsen smartphone asal Korea Selatan itu memimpin pangsa pasar dengan 20% pangsa pasar global, Apple di posisi kedua dan Huawei (termasuk Honor) tetap di posisi tiga teratas.

Sementara itu, realitas yang kuat di Asia Tenggara belum masuk ke tingkat global. Pasalnya, merek smartphone jangkauan pasarnya masih terbatas.